17 November 2006

Re: Res: [renetil] Re: Church behind plot: Alkatiri


On 17/11/2006, at 1:19 AM, Lamukan Fera Kakutak wrote:


Sayangnya, setelah aku telusuri baik-baik, aku juga adalah salah satu "ORANG MUNAFIK YANG RAKUS UANG" itu. Meski telat menyadarinya, tapi aku merasa beruntung, karena orang tuaku tak lupa membaptisku menjadi orang katolik, meski aku jarang ke gereja sekarang. Jadi "kekatolikkanku" dapat menjadi "salvasaun politik" bagi semua perilaku "imoral" yang aku lakukan.
 
Aku tak bayangkan jika aku adalah orang Arab yang islam. Pasti nasibku akan lebh jelek dari "si arab bin islam bin marxist bin Fretilin bin komunis yang bernama Mari Amude bin Alkatiri."
 
Kadang aku pikir Yesus itu lahir di Balibar dan besar bersama orang tuanya di Dare. Aku lupa bahwa ia lahir di Belem dan besar di Nazare. Akan sangat bodoh bila aku katakan bahwa Balibar itu ada di timur-tengah. Apalagi bilang bahwa dibanding Belem, Balibar itu lebih dekat Yemen (asal usul moyang Alkatiri).
 
Nurani katolik beda dengan nurani islam. Nurani religious beda dengan nurani politik.
 
Salam dari "orang munafik yang rakus uang" untuk semua teman yang berhati nurani.
 
LFk 

Lorosae Photography <lorosaephotos@yahoo.com> wrote:
Suara hatiku mengatakan bahwa manusia Timor-Leste
harus mempunyai prinsip. Kalau kita nggak punya
prinsip ya kita juga nggak sama bedanya dengan orang
atau negara yang kita kritik. Itulah yg yg terjdi di
TL saat ini.

--- Victor Tavares <victortavares2@yahoo.com.br>
wrote:

> Lalu apa kata hati nurani anda sendiri ? Turutlah
> suara hati anda yang berbisik itu ! Dan pilihlah
> sesukanya sesuai dengan kalbu yang mengatakan bahwa
> ITULAH yang paling BENAR bagi anda...atau mungkin
> LEBIH BAIK bagi masyarakat da rakyat kita.
>
> Abrasu
> Victor
>
>
> ----- Mensagem original ----
> De: Lorosae Photography <lorosaephotos@yahoo.com>
> Para: renetil@yahoogroups.com
> Enviadas: Sábado, 11 de Novembro de 2006 11:30:20
> Assunto: Re: [renetil] Re: Church behind plot:
> Alkatiri
>
> Si munafik yang rakus uang!
>
> Ketika Ex PM melakukan kunjungan kenegaraan ke
> China, Ia dikritik habis-habisan mengenai
> kunjungannya ke negara komunis tersebut oleh
> beberapa orang anggota parlemen dari partai oposisi
> dan beberapa pastor dari gereja katolik . Kemudian
> setelah Xanana ke China dan bahkan ke Vietnam semua
> orang diam. Bahkan "Tempat Berak" air munum untuk
> para demonstaran dari gereja untuk menurunkan si MA
> pada 2005 disumbangkan oleh pemerintah China lewat
> kedutaan besarnya di Dili.
>
> Kemudian si Ex PM melakukan kunjungan kenegaraannya
> ke Cuba, ia kembali dikritik habis-habisan oleh
> beberapa orang parlemen dan pihak gereja. Tapi
> setelah sekitar 600 orang putra-putri Timor-Leste
> diberikan beasiswa oleh pemerintah komunis tersebut
> tidak ada suara dari orang-orang yang dulunya
> mengkritik kunjungan si MA. Bahkan saudara sepupu
> dan keponakan dari beberapa orang anggota parlemen
> dan pihak gereja yang menentan kebijakan PM pun
> turut dikirim malah ikut mengantar saudara sepupu
> dan keponakannya sampai ke Airport. Munafik
> sekali...
>
> Lalu seteleh si MA kembali melakukan kunjungan
> kenegaraannya ke Kwait bersama beberapa pejabat
> pemerintah dan pers Timor-Leste, ia kembali dikritik
> oleh beberapa anggota parlemen dari oposisi dan
> pihak gereja yang memepertanyakan kunjungan ke
> negara islam tersebut. Beberapa minggu setelah Ramos
> Horta di angkat jadi PM dan kemudian berkunjung ke
> Kwait, tak ada satu suara pun yang menentan
> kunjungannya. Setelah pemerintah Kwait mengucurkan
> dana sebesar 600 Juta USD untuk pembangunan TL
> berkat hasil kunjungan Ex PM dan menurut pihak Deplu
> TL bahwa sebagain dana tersebut yang saat ini di
> alokasikan oleh RH untuk pembangunan taman depan
> Palacio do Governo, tak ada yg mempermasalahkannya .
> Ternayata orangnya yang tidak disukai tapi $$$$$$
> hasil kunjungannya di terima:)) Pantas Indonesia
> dulu bilang "Orang Tim-Tim itu kalau di tembak
> dengan peluru tidak tembus, tapi kalau ditembak
> dengan rupiah tembus."
>
> Komentar sedikit di atas untuk membuka kembali
> rasionalitas kita. Kebanyakan orang merasa dirinya
> yang paling benar pada sadar bahwa dirinya sendiri
> pun melakukan kesalahan. "Ibaratnya seperti anjing
> yang mengonggong anjing lain makan supaya anjing
> tersebut pergi dan dia yang makan. Di Timor-Leste
> saat ini kalau mau jujur tidak ada lagi
> pemimpin-pemimpin yang jujur.
>
> Ze'
>
> ----- Original Message ----
> From: Abel Pires da Silva <abel_piresds@ yahoo.com>
> To: renetil@yahoogroups .com
> Sent: Friday, November 10, 2006 2:39:34 PM
> Subject: Re: [renetil] Re: Church behind plot:
> Alkatiri
>
>
> Keta haluha maluk sira...Primeiru Alkatiri dehan
> OPOZISAUN mak hakarak hatun nia, liu tiha 28 Abril
> 2006, depois Alkatiri hamosu TEORIA FOUN katak MALAE
> NAIN RUA mak buka ema tun-sae iha Timor atu hatun
> nia. Tuir fali TEORIA FOUN LIU TAN, Alkatiri dehan
> Australia mak halo tun nia hamutuk ho Media
> Australia sira. Ida ne mos la hotu iha ne MOSU TAN
> TEORIA FOUN, Alkatiri dun Xanana ho nia Ferik-oan
> mak Hatun nia. Ikus liu ne mak TEORIA IDA TAN,
> Igreja mak hatun nia!!! Aban keta hakfodak se nia
> dun fali Rogerio Lobato mak halo nia tun!!!
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Manuel Fonseca Monteiro <lito_fonseca@
> yahoo.com>
> To: renetil@yahoogroups .com
> Sent: Friday, November 10, 2006 4:25:59 PM
> Subject: [renetil] Re: Church behind plot: Alkatiri
>
>
> Kegagalan bo'ot ida ba hierarquia igreja iha Timor
> se halo conspirasaun ho opozisaun atu hatun Mari ho
> cara violencia nebe maka'as/bo'ot ida hanesan ne,
> nebe halo sarani ho sarani mak oho malu, nauk malu
> sasan, baku balu nebe lao tuir kedas SANTANAS nia
> doutrina.
>
> Gulad Cruz <gulad_cruz@yahoo. com> wrote:
> * Church behind plot: Alkatiri
> * The Age, November 10, 2006, Lindsay Murdoch
> (Writer)
> DEPOSED prime minister Mari Alkatiri has accused the
> Catholic Church's
> hierarchy in East Timor of being behind a conspiracy
> to destroy his
> Fretilin Government.
> Mr Alkatiri lashed out at the church's leaders in an
> interview before
> leaving East Timor for Portugal for medical
> treatment on Wednesday,
> saying the main reason they wanted to depose him was
> because he is not
> Catholic.
> "I don't say it was the whole of the Catholic
> Church. But it was the
> hierarchy," Mr Alkatiri said.
> "And they were joined by other groups . people from
> the opposition
> parties and illegal groups within the country."
> Mr Alkatiri is a Muslim in a country in which 96 per
> cent of its 1
> million people are Catholics and the Catholic Church
> is by far the most
> powerful institution.
> Since being forced from office amid violence in
> June, he has refused to
> say who he believes was behind what he says was a
> well-planned
> conspiracy to topple him.
> But he told the online Southeast Asian Times the
> plot started in 2001
> and included three weeks of street protests last
> year during which he
> refused repeated calls to stand down.
> "Since then they were always trying to get support
> from institutions and
> individuals within the country . always with the
> same purpose: to force
> the Government to step down."
> He said a "sense of impunity" surrounded army
> mutineers and prison
> escapees and called on Australian troops to arrest
> them.
> President Xanana Gusmao and Prime Minister Jose
> Ramos Horta lacked the
> courage to defend the constitution when violence
> flared in Dili in April
> and May, he said. Mr Alkatiri is being investigated
> for alleged links
> with a civilian hit squad set up to kill political
> opponents, which he
> denies.
> Domingos Soares, Catholic Church spokesman in Dili,
> said the church
> would not respond to his claims.
> ------------ --------- --------- --------- ---------
> --------- -
> Ida ne'e mak kebiasaan ema Arabi no Timor, ne'ebe
> gosta soe rai rahun ba ema seluk nia matan
> Guladino Cz




.
 
__,_._,___

No comments: